Sabtu, 02 Mei 2015

KEBERSAMAAN SESUDAH UPACARA HARDIKNAS 02 MEI 2015 BERSAMA WALIKOTA MANADO DR.IR.VICKY LUMENTUT BESERTA JAJARANNYA DI SMK NEGERI 3 MANADO

Manado,02 Mei 2015,
Hardiknas : Generasi Muda Pacu Kualitas Diri

Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang jatuh setiap tanggal 2 Mei merupakan sebuah penghormatan pada seorang tokoh pendidikan Nasional yaitu  Raden Mas Soewardi Soerjaningrat atau yang akrab di kenal dengan Ki Hadjar Dewantara. Selayang kita lihat perjuangan beliau. Beliau aktif dalam organisasi sosial dan politik sejak muda. Di perkumpulan Boedi Oetomo yang didirikan tahun 1908, ia menjadi seksi propaganda untuk mensosialisasikan dan menggugah kesadaran masyarakat Indonesia akan pentingnya persatuan dan kesatuan dalam berbangsa dan bernegara.

Suatu kali pemerintah Hindia Belanda berniat mengumpulkan sumbangan dari warga (termasuk pribumi) untuk perayaan kemerdekaan Belanda dari Perancis pada tahun 1913. Soewardi menanggapinya dengan kritis melalui satu tulisannya berjudul Een voor Allen maar Ook Allen voor Een (Satu untuk Semua, tetapi Semua untuk Satu Juga), tulisan yang dianggap pedas oleh Belanda. Namun tulisan paling pedasnya adalah Als ik eens Nederlander was (Seandainya Aku Seorang Belanda) yang dimuat di De Express, koran yang dipimpin Ernest Douwes Dekker, sahabatnya.

Gara-gara tulisan ini ia ditangkap dan diasingkan ke Pulau Bangka. Namun penangkapan itu diprotes dua sahabatnya, Ernest Douwes Dekker dan Tjipto Mangoenkoesoemo. Protes dua sahabatnya itu berujung pada pengasingan ketiganya ke Belanda tahun itu juga (1913). Ketiga sahabat itu dikenal sebagai Tiga Serangkai.

Dalam pengasingan, Soewardi aktif di organisasi para pelajar asal Indonesia, Indische Vereeniging (Perhimpunan Hindia). Disinilah ia kemudian merintis cita-citanya memajukan kaum pribumi dengan belajar ilmu pendidikan hingga memperolehEuropeesche Akte.

Soewardi kembali ke Indonesia pada bulan September 1919 dan bergabung dalam sekolah binaan saudaranya. Pengalaman mengajar ini kemudian digunakannya untuk mengembangkan konsep mengajar bagi sekolah yang ia dirikan pada tanggal 3 Juli 1922 yaitu Nationaal Onderwijs Instituut Tamansiswa atau Perguruan Nasional Tamansiswa. Soewardi mengganti namanya menjadi Ki Hajar Dewantara saat ia genap berusia 40 tahun menurut hitungan penanggalan Jawa. Ia juga tak lagi menggunakan gelar kebangsawanannya agar bisa lebih dekat dengan rakyat.

Pada masa kemerdekaan Ki Hajar Dewantara diangkat menjadi Menteri Pengajaran Indonesia yang pertama. Pada tahun 1957 ia mendapat gelar doktor kehormatan (doctor honoris causa, Dr.H.C.) dari Universitas Gajah Mada. Ia meninggal dunia di Yogyakarta tanggal 26 April 1959.

Pada masa sekarang ini kita memperingati Hari Pendidikan Nasional memiliki tiga makna:

Pertama, Pendidikan sangat penting dalam menentukan  kemajuan suatu bangsa. Artinya semua unsur masyarakat harus berperan aktif dalam mensukseskan pendidikan di bangsa kita ini. Apabila hal ini terwujud saling melengkapi antar perangkat pemerintahan dan masyarakat maka pendidikan yang di impikan akan terwujud.

KeduaHardiknas memberikan dorongan  yang besar pada pemerintahan dan masyarakat untuk evaluasi dalam bidang peningkatan kualitas pendidikan individu. Dalam peringatan hari pendidikan nasional  kita  bisa mengevaluasi seberapa besar  kualitas pendidikan kita dan apa langkah yang tepat untuk meningkatkan kualitas pendidikan kedepannya.

Ketiga, Hardiknas dapat juga dimaknai  untuk kembali pada nilai-nilai Pendidikan Nasional yang telah di gariskan oleh Ki Hajar Dewantara. Generasi muda khususnya pelajar harus bertekad dalam memacu kualitas setiap setiap individi peserta didik itu sendiri. Mutu pendidikan tidak  ditentukan oleh perangkat pendidikan tetapi ditentukan oleh kreatifitas pelajar atau peserta didik itu sendiri. Peserta didik harus bekerja keras meningkatkan mutu pendidikan dengan memenuhi standar kompetensi sehingga mampu bersaing di tingkat Nasional maupun Internasional.


Bagi generasi muda yang hidup di era globalisasi harus menonjolkan pribadi generasi mudanya. Menuntut ilmu baik secara formal maupun nonformal merupakan kewajiban yang harus dilakukan oleh  generasi muda. Zaman Globalisasi merupakan zaman kompetisi yang membutuhkan kualitas. Jadi ketertinggalan bangsa kita di bidang pendidikan harus terpacu dan terpicu oleh semangat  generasi muda Kualitas pendidikan juga ditentukan oleh guru yang berkualitas sesuai kompetensi yang di miliki.

oleh:jeviejane


FELLOWSHIP DI SMK NEGERI 3 MANADO 
BERSAMA WALIKOTA MANADO 
DR.IR VICKY LUMENTUT,SH,MSI,DEA BESERTA JAJARANNYA DAN KEPALA SMK NEGERI 3 MANADO DRS.JENNER REIN RUMERUNG

Manado,02 Mei 2015,

Kebersamaan dalam Fellowship sesudah Upacara Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tanggal 2 Mei 2015,di Lapangan Tikala Manado,di lanjutkan di SMK Negeri 3 Manado bersama Walikota Manado DR.Vicky.Lumentut,SH,MSi,DEA beserta jajaran,yang di sambut oleh Kepala SMK Negeri 3 Manado Drs.Jenner Rein Rumerung.
Disamping itu hadir pula Kepala Dinas Pendidikan Kota Manado Dra.Corry Tendean,Sekertaris Dinas Pendidikan Kota Manado Drs.Daglan Walangitan,MPd,serta beberapa kepala sekolah dan Paskibraka kota Manado.

Kebersamaan dalam Jamuan Kasih di SMK Negeri 3 Manado di sambut antusias oleh guru-guru SMK Negeri 3 Manado antara lain Wakil Kepala Sekolah Kesiswaan Dra.Tinny E.Kondoj,Wakil Kepala Sekolah Kurikulum Silvya Ransulangi,SPd,Wakil Kepala Sekolah Ketenagaan Drs.Johanis Wullur,Ketua Kompetensi Keahlian Tata Boga Altje Salele,SPd,Ketua Kompetensi Keahlian TKJ Muhdin Ibrahim,S.Kom.

Menu Kuliner Khas Kota Manado yang di tangani oleh Chef SMK Negeri 3 Manado sekaligus Ketua Kompetensi Keahlian Tata Boga Altje Salele,SPd antara lain Bubur Manado(Tinutuan),Jagung Rebus.Rica Roa,es kelapa Muda,Gohu dan beberapa menu khas lainnya yang memberikan nuansa kebersamaan,kesejukan dan keakraban sesudah Upacara Hardiknas bersama Bpk Walikota Manado DR.Vicky.Lumentut,SH,MSi,DEA beserta jajaran, dan Kepala SMK Negeri 3 Manado Drs.Jenner Rein Rumerung.

SELAMAT HARI PENDIDIKAN NASIONAL 02 MEI 2015















































                                                                                                                                                                                                                                                                                              oleh:jeviejane